Kabarutama, Paris – Perusahaan gim asal Prancis, Ubisoft, kembali melakukan langkah efisiensi dengan memangkas sejumlah karyawan dan menutup salah satu studio pengembangannya. Keputusan ini diumumkan sebagai bagian dari restrukturisasi global yang tengah dijalankan perusahaan.
Sebagaiamana diberitakan Engadget, perusahaan berencana menutup studio RedLynx di Finlandia, memangkas sekitar 100 pekerja di Jerman, serta merumahkan seperlima staf di Ubisoft Singapore.
“Hari ini kami menginformasikan kepada tim mengenai usulan penutupan studio RedLynx di Finlandia, yang bergantung pada proses negosiasi perubahan lokal. Keputusan ini berpotensi berdampak pada hingga 52 posisi,” kata Ubisoft.
Ubisoft menambahkan, pengurangan 70 karyawan di Ubisoft Singapore dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas studio dengan kebutuhan produksi di masa mendatang.
Kendati demikian, perusahaan menegaskan bahwa studio tersebut tetap memegang peranan penting dalam jaringan produksi globalnya.
Baik RedLynx maupun Ubisoft Singapore selama ini memberikan dukungan produksi bagi studio Ubisoft lainnya.
Kedua studio tersebut dimasukkan ke dalam divisi Creative Network sebagai bagian dari restrukturisasi yang diumumkan perusahaan pada tahun lalu.
Ubisoft mengakuisisi RedLynx, pengembang seri gim Trials, pada 2011. Perusahaan sebelumnya juga telah memangkas puluhan karyawan di studio tersebut pada tahun lalu.
Adapun gim terakhir yang dikembangkan RedLynx adalah gim teka-teki dan dekorasi untuk perangkat seluler berjudul Gwen’s Getaway, yang sempat dirilis secara terbatas pada 2023 sebelum akhirnya dibatalkan Ubisoft setahun kemudian.
Sementara itu, Ubisoft Singapore dibuka pada 2008 sebagai studio pendukung. Pengalamannya menggarap permainan pertarungan laut di seri Assassin’s Creed mendorong studio ini memproduksi gim Skull and Bones.
Gim tersebut akhirnya meluncur pada awal 2024 setelah mengalami beberapa kali penundaan, meski respons pasar dinilai tidak terlalu mengesankan.
Menurut laporan terpisah, Ubisoft berencana mengurangi sekitar 100 tenaga kerjanya di Jerman dari total sekitar 600 karyawan yang tersebar di tiga studio.
Studio di Jerman selama ini fokus mendukung pengembangan gim-gim skala besar, serta memimpin pembuatan seri The Settlers dan Anno, termasuk studio Mainz yang bertanggung jawab atas gim Anno 117: Pax Romana pada 2025.
Ubisoft dilaporkan menawarkan opsi pengunduran diri secara sukarela kepada karyawannya dan berharap dapat menghindari pemecatan langsung.
Langkah efisiensi biaya yang masif ini membuat Ubisoft membatalkan sedikitnya enam proyek gim dan menutup beberapa studio lainnya sepanjang tahun ini, seperti studio di Winnipeg, Kanada) dan Beograd, Serbia.
Ubisoft juga menutup studio di Halifax hanya dua pekan setelah para pekerjanya membentuk serikat buruh, serta melakukan pemangkasan staf di studio Massive Entertainment yang merupakan pengembang gim Star Wars Outlaws, Ubisoft Stockholm, dan markas besarnya di Paris.



















Komentar